PENGARUH PEMIKIRAN KREATIF DAN PERILAKU INOVATIF TERHADAP KINERJA SDM
ABSTRACT
by:
Urip Sedyowidodo
PT X Business Success Model based Management System and Practices is developed to form creative employees who can achieve the innovative result and product at the end of the business process.
Productivity of innovative people will increase not only profit but also non financial productivity which is measured from some indicators such as employee satisfaction, employee retention, and employee productive behaviour.
It is an important thing to know the practices of the Management of PT X in building a condusive working environment to nurture creative thinking and innovative employee behaviour.
This research uses the explanatory survey method focusing on the population of employees of PT X in Jakarta. The sampling technique which is used is the probability sampling. The data were collected by using observation, interviews, and questionnaire of which the validity and reliability have been tested. The data is analyzed by SEM method (Structural Equation Model) using the program of software LISREL 8.30
The result of this research show that there is creative thinking influence to innovative behaviour, which further inspire HR non financial productivity. From the three indicators of HR non financial productivity mentioned above, the research result show that employee satisfaction is a dominant factor in the HR non financial productivity variable.
Research have tested that the management role is a very strong influence on the growth of creative thinking and innovative behavior. The innovative indicator, stated that the management effort to create entrepreneurial spirit is low. Such is the case with the listening availability of the management of PT X. Both indicators contribute to build the total average score on Entrepreneurial Practices and Entrepreneurial Policies; however the contribution to the first mentioned is lower than the contribution to the second mentioned. We can say that in the managerial level, employee satisfaction happened due to the fact that they have employee involvement on policy making, but there is no realization yet of ideas in the field.
Keywords: Creative Thinking, Inovative Behavior, HR Non Financial Productivity by HR Scorecard approach.
PT X adalah perusahaan di bidang EPC( Engineering, Procurement, Construction) yang dituntut oleh klien untuk menghasilkan produk yang inovatif. Produk PT X harus selalu memenuhi spesifikasi unik klien yang berbeda satu sama lainnya. Misalnya dalam membangun suatu instalasi pengeboran sampai dengan kilang minyak, maka faktor lingkungan, kondisi alam dan ketersediaan sumberdaya sangat berpengaruh dalam menciptakan desain, memilih material dan mendirikan instalasi tersebut. Faktor alam yang sangat berpengaruh, misalnya adalah kontur dan struktur geologi bumi bawah tanah, suhu, tekanan dan berbagai mineral alam yang spesifik berbeda satu lokasi dengan lokasi lainnya, belum lagi ketersediaan sumber daya lain, misalnya tenaga kerja. Di sisi lain, perusahaan multinasional dari Luar Negeri dimungkinkan untuk beroperasi di Indonesia karena kebijakan globalisasi Pemerintah Indonesia mengijinkan untuk itu. Oleh karena itu PT X perlu melengkapi organisasinya dalam rangka memenuhi tuntutan spesifik setiap klien dan menjawab tantangan globalisasi ini sebagai tuntutan bisnisnya. Dengan kata lain, klien menuntut karyawan PT X terus memberikan produk yang inovatif.
PT X sebagai perusahaan yang berpengalaman di bidang EPC, telah memperlengkapi organisasi dengan perangkat sistem manajemen strategi yang menghubungkan antara tuntutan bisnis dengan strategi pengembangan Sumber Daya Manusia yang tertuang dalam dokumen Business Success Model. Dalam model bisbis tersebut tercantum Performance Scorecard yang menggambarkan bagaimana pengaruh SDM yang termotivasi, kompeten dan memiliki kepuasan kerja pada akhirnya menghasilkan kinerja yang diharapkan perusahaan.
Business Success Model PT X:

![KINERJA & Kreativitas.doc [Compatibility Mode] KINERJA & Kreativitas.doc [Compatibility Mode]](http://www.uripsedyowidodo.com/wp-content/uploads/2008/04/KINERJA-Kreativitas.doc-Compatibility-Mode.jpg)
Performance Scorecard PT X

Mengembangkan Kreativitas dalam organisasi:
Mengembangkan kreativitas dan inovasi dalam organisasi-organisasi berarti menerapkan suatu strategi proaktif dan terencana serta menggerakkan proses-proses kreativitas dan inovasi. Ini berarti menarik, mengembangkan, dan mendukung kreativitas orang-orang yang bekerja didalam organisasi. Ini juga berarti lebih mendorong konflik konstruktif dan keragaman pandangan dalam organisasi-organisasi modern yang heterogen untuk menghasilkan bauran yang kaya dari perspektif-perspektif yang membuahkan ide-ide kreatif dan inovatif.
![KINERJA & Kreativitas.doc [Compatibility Mode]-1 KINERJA & Kreativitas.doc [Compatibility Mode]-1](http://www.uripsedyowidodo.com/wp-content/uploads/2008/04/KINERJA-Kreativitas.doc-Compatibility-Mode-1.jpg)
Sumber : Michael A. West (1997), Mengembangkan Kreativitas dalam Organisasi
Arsitektur SDM sebagai Asset Stratejik
Istilah “Arsitektur” secara luas menjelaskan profesi SDM didalam fungsi SDM, sistem SDM yang berkaitan dengan kebijakan dan praktek SDM melalui kompetensi, motivasi dan perilaku SDM. Gambar berikut ini menggambarkan proses arsitektur strategi SDM (Becker Huselid and Ulrich, 2001):

Kinerja Non Finansial yang dipengaruhi perilaku stratejik SDM oleh Kaplan and Norton (1996:129) ditunjukkan dengan pengukuran utama untuk SDM yaitu kepuasan pekerja, retensi pekerja dan produktivitas pekerja. (Hal ini sesuai juga dengan penelitian yang dilakukan oleh perusahaan Hi Tech-USA: dalam Becker et a1:2001:61).
HR deliverable lebih mengacu pada outcomes people, seperti yang disampaikan oleh Robbins (2002: 22) outcomes people itu dapat berupa productivity, absenteisme, turn over dan satisfaction.

Kaplan and Norton (1996:130) menyatakan bahwa satisfied employee are precondition for increasing productivity, responsivenees, quality and customer services. Employee satisfaction objective is generally considered the driver of the other two measures, employee retention and employee productivity.
Kinerja SDM adalah ukuran hasil, dampak keseluruhan usaha peningkatan moral dan keahlian pegawai, inovasi, proses internal dan kepuasan pelanggan. (Kaplan and Norton: 1996:131).
Praktek manajemen berdasarkan pilihan tepat strategi SDM dapat mendukung tumbuhnya jiwa Intrapreneur karyawan. Berkembangnya lingkungan Intrapreneurial diharapkan menyuburkan pemikiran kreatif dan inovatif yang akan berpengaruh terhadap kinerja SDM.
Sehingga dapat dirumuskan bahwa pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah “Pengaruh perilaku kreatif dan inovatif terhadap kinerja Non Finansial SDM”.


muza Says:
salam kenal pak, nama saya muza mahasiswi FISIP Unair semester 7. saat ini saya sedang membuat proposal skripsi dengan topik yang berhubungan dengan penilaian kinerja. nantinya yang melakukan penilaian kinerja adalah saya sendiri dengan alasan untuk menghindari subyektifitas. namun saya masih bingung karena belum menemukan indikator penilaian kinerjaa yang secara umum, karena nantinya yang akan saya ukur kinerjanya adalah karyawan (pustakawan) yang melakukan beberapa pekerjaan yang berbeda. saya mohon bantuan dari bapak untuk masalah saya ini. terimakasih sebelumnya………
Posted on December 31st, 2008 at 5:52 am
urip Says:
Hi Muza, halo apa kabar…selamat tahun baru, tetap semangat tinggi ya.. meski liburan tetap belajar dan mengerjakan tugas.
Untuk kebutuhan anda itu, tolong jelaskan:
1. rincian obyek: perpustakaan apa dimana
2. target populasi: pustakawan -siapa-berapa banyak-struktur organisasi ybs
3. peran jabatan atau tujuan jabatan ybs /yg akan diteliti, dan di level jabatan ybs
kalau ada hal2 lain keterangan yg berkaitan silakan tambahkan.
itu dulu, saya tunggu
salam,
urip
Posted on January 2nd, 2009 at 12:01 am
muza Says:
terima kasih pak atas tanggapan yang bapak berikan…..
oia selamat tahun baru juga pak , maaf terlambat soalnya saya tau ada balasan dari bapak.
perpustakaan yang akan saya jadikan obyek adalah perpustakaan ITS Surabaya. dimana yang menjadi sampel adalah pustakawannya saja (jumlahnya sekitar 16 orang). tiap pustakawan disini melakukan berbagai pekerjaan yang berbeda satu sama lain(mengolah bahan pustaka, melayani pengguna dan lain sebagainya). oia topik saya ini adalah berhubungan dengan lingkungan kerja.
terima kasih….
Posted on January 7th, 2009 at 12:29 am
suparman Says:
saya perlu rumusan kinerja untuk perusahaan, penting karena saya kerja di bidang HRD, makasih
Posted on January 14th, 2009 at 7:38 am
andhika Says:
mas urip.,.,
aku andhika mhsiswa undip, saat ini saya sedang menyusun skripsi mengenai “evaluasi kinerja pengelolaan kegiatan daur ulang sampah di Kab Sleman”
mungkin ada tidak buku-buku yang bisa saya pakai atu mungkin dari mas urip sendiri bisa membantu saya.
tolong balas lewat email saya saja di
mailQ_nich@yahoo.com
trimakasih…..!!!!!!
Posted on January 22nd, 2009 at 6:10 am
urip Says:
Pak Suparman,
saya posting artikel baru dg judul: Strategy Based Performance Manegement System. lebih ke diagram model nya, merupakan ringkasan rumusan yg mungkin bisa anda manfaatkan.
Apakah bisa dipahami pak?
Sdr.Andhika, saya respon langsung japri anda.
salam,
urip
Posted on January 24th, 2009 at 6:59 pm
hendra Says:
mohon bantuan mengenai informasi tentang HRD karna saya bekerja di bidang tersebut
Posted on February 10th, 2009 at 6:45 am
yumiko Says:
salam kenal pak urip..
saya mahasiswa semeter 8 fakultas psikologi. saya sedang menyusun skripsi dibidang psikologi industri dan organisasi.sy mengangkat masalah kinerja karyawan pada sebuah bank swasta. yang ingin sy tanyakan mengenai referensi dari kinerja, handbook atas nama pengarang dan judul apa pak yang membahas tentang kinerja. sy membutuhkan referensi sebanyak – banyaknya.
terima kasih banyak pak sebelumnya.
tolong di jawab melalui email sya saja ya pak…
yumikosekojo@yahoo.com
thank’s a lot……..
Posted on February 21st, 2009 at 5:41 am
urip Says:
ok, Yumiko,
jawaban dari saya langsung ke japri anda.
salam,
urip
Posted on March 24th, 2009 at 12:59 pm
urip Says:
Pak Hendra,
bagaimana dengan perkembangan pemahaman anda ttg HRD, apa yg mau anda pelajari, khususnya bidang yg anda palingtertarik?
salam,
urip
Posted on March 24th, 2009 at 1:04 pm
handojo Says:
pak hendra, saya mau menanyakan bagaimana mengukur keberhasilan suatu PA pak? saya sedang membuat tesis, saya sudah mengobservasi sosialsi dari HRD ke kepala bagian, mereka sudah punya form untuk PA dan sudah disosialisasikan, terus mengukur keberhasilnnya bagaimana pak? mohon bantuanya, terima kasih
Posted on April 7th, 2009 at 1:36 am
saeful Says:
Salam kenal pak Wid..saya sedang mengambil tesis pengaruh supervisi terhadap motivasi dan kinerja perawat. mohon bantuan artikel berkaitan dengan penilaian kinerja perawat di ruang rawat inap. perlu saya sampaikan..yang melakukan penilaian kinerja adalah perawat itu sendiri (self evaluation) dan penilaian laporan kerja oleh saya. Treima kasih…
Posted on April 13th, 2009 at 8:10 pm
urip Says:
pak saeful, maaf ada maintenance server, agak terhambat meresponnya.
untuk keperluan bapk itu, silakan bisa masuk melalui google: tuliskan ” penilaian kinerja perawat”, maka akan ada lebih dari 20.000 referensi.
kalo bapak tuliskan: ” penilaian kinerja perawat di ruang rawat inap”, maka akan ada sekitar 13.000 referens.
semoga mendapatkan yg terbaik.
salam sukses,
Posted on May 7th, 2009 at 7:39 pm
Endah Says:
Selamat mlm,
saat ini saya sedang meneliti tentang Hubungan karakteristik individu dan reward system dengan kinerja perawat di ruang rawat inap,
dalam penilaian kinerja perawat, teori yang saya gunakan adalah teori Kopelman,
mohon bantuan saran dan bantuannya dalam pembuatan kuesioner kinerja perawat dg pendekatan teori kopelman..
terima kasih
Posted on June 16th, 2009 at 6:19 am
urip Sedyowidodo Says:
mba Endah, saya kelamaan jawabnya, sebab terus terang saya kekurangan informasi ttg teori Kopelman. kalau bisa di email ke saya aspek2 sistem kinerja, atau aspek manajerial dari teori tsb, saya akan bantu contoh bagaimana mengembangkan kueseionernya.
salam,
urip
Posted on July 11th, 2009 at 4:18 pm
sri rejeki Says:
Salam Kenal Mas Urip
S. Rejeki
saya kepingin nulis tentang kinerja pustakawan tapi bingung untuk mengawalinya, minta tolong langkah2nya bagaimana
Posted on July 20th, 2009 at 7:42 pm
urip Sedyowidodo Says:
mba Sri Pustakawati Rejeki..
sungguh mulia, seorang pustakawan membawa amanah lambang dunia ilmu yg tanpa batas.
menulis adalah kegiatan memberikan pencerahan melalui bahasa tulisan, yg bisa diperkaya dengan visualisasi melalui skema dan gambar untuk mempermudah dan mempercepat pemahaman pembaca kita. mengapa? sebab pembaca yg bermacam2 latar belakang itu memiliki variasi yg luas dlm minat bacanya.
mulailah dg menuangkan semua ide dari benak kita, tumpahkan semuanya, tidak ada ide yg salah. kalau sdh biasa dg MIND MAP, lakukan, atau dg cara lain.misalnya dg diagram tulang ikan, atau diagram pohon….tuangkan semua ide yg terkait dg pustakawan: kegiatanya, latar belakangnya, minat dan motivasi seseorang mengapa jadi pustakawan, harapan dari apa yg dia bisa kontribusikan, dan kendala2 dari pelaksanaannya.
lanjutkan dg membuat outline:
- tujuan/harapan mengapa menulis ini
- apa yg akan kita sampaikan sbg topik : peran pustakawan ? atau pekerjaan pustakawan? atau seluk beluk kehidupan seorang pustakawan? atau harapan dan kendala menjadi pustakawan? atau lainnya….pilih yg termudah dan tercepat unt ditulis.
- mulailah dg bag akhir: apa yg anda harapkan agar pembaca medapat pemahaman apa? (dari topik yg anda pilih di atas)
lanjutkan dg: membuat bagian2:
- pendahuluan ( satu bab)
- isi (bisa beberapa bab)
- penutup (satu bab)
terakhir: mulailah sekarang!! dg menuliskan apapun di dalam benak anda, tuliskan dg awal cerita suka duka seorang pustakawan, biarkan mengalir….insyaAllah anda bisa!!
wassalam,
urip
Posted on July 25th, 2009 at 7:50 am
Oya Says:
Salam kenal mas urip.
saya mahasiswa smester 7 FISIP.saat ini saya sedang membuat proposal skripsi dengan topik yang berhubungan dengan kinerja sdm bumn yg dihubungan dengan penerapan prinsip good corporate governance (gcg). namun saya menemui kendala karena belum menemukan indikator kinerja sdm diperusahaan tsb ,. saya mohon bantuan dari bapak untuk masalah saya ini. terimakasih sebelumnya………
nb :klau bisa pak diblaskan ke email saya ini pak:rolla_lavi@yahoo.co.id
Posted on November 17th, 2009 at 7:02 am
urip Sedyowidodo Says:
Mbak Oya, saya respon di email secara lengkap.
Secara ringkas begini ( agar khalayak bisa paham juga ):
1. Tentukan Variabelnya, misal: KINERJA Non FINANSIAL SDM
2. Tentukan Sub variabel nya, misal: Kepuasan karyawan, perilaku produktif, dan retensi karyawan
3. Indikator Kinerja bisa berupa:
a. dalam aspek kepuasan karyawan mencakup: keterlibatan kary dalam memutuskan, akses thd informasi, hingga kepuasan secara keseluruhan.
b. dalam aspek perilaku produktif mencakup : keahlian dan pemikiran kreatif
c. dalam aspek retensi karyawan mencakup: loyalitas dan absensi.
Salam dan selamat berkarya,
urip
Posted on November 23rd, 2009 at 7:53 am
zahra Says:
salam kenal pak,
saya mahasiswa IAIN sunan ampel surabaya, semester 7, skripsi saya tentang kinerja karyawan honorer di sekolah SMA, saya bingung dg indikator kinerja itu apa saja, mohon bantuannya
Posted on April 19th, 2010 at 9:45 pm
urip Sedyowidodo Says:
mbak Zahra,
pertama, definisikan apa itu kinerja?
contoh : Kinerja adalah Suatu hasil (outcme) dari perilaku SDM (employee behavior) dan hasil tersebut bernilai strategis bagi perusahaan, yaitu value creation serta seimbang dengan cost-nya. (Becker, Uselid & Ulrich: 2001:59; Kaplan & Norton : 1996:112).
Kemudian indikator kinerja, bisa direpresentasikan oleh banyak hal, misalnya:
1. Perilaku Produktif Karyawan, bisa berupa:
a. Keahlian Karyawan
b. Peningkatan Moral Karyawan
2. Retensi Karyawan:
a. Intensi Keluar
b. Absensi
selamat melakukan penelitian, semoga sukses.
Posted on April 20th, 2010 at 1:23 am
surya mahendra Says:
selamat siang bapak, saya mohon bantuan dan pencerahan dari bapak, saya sedang membuat skripsi tentang “peranan kepemimpinan terhadap kinerja pegawai di kelurahan xxx”
teknik pengumpulan data yg saya gunakan adalah dengan wawancara (terhadap lurah) dan kuisioner/angket (tehadap pegawai).
yg ingin saya tanyakan,
1. apakah sudah tepat pertanyaan wawancara yg akan saya ajukan nanti kpd lurah hanya berdasarkan indikator dari seorang pemimpin. namun saya kesulitan dalam menentukan indikator yang akan saya pakai, apakah ada saran dari bapak tentang indikator yg sesuai ?
2. untuk menilai kinerja pegawainya, indikator apa saja yg sebaiknya saya pakai?
terimakasih sebelumnya pak,….
Posted on May 4th, 2010 at 12:07 am
urip Sedyowidodo Says:
mas surya mahendra,
indikator kepemimpinan bisa dipakai unt dasar wawancara/kuesioner.
itu bisa mencakup beberapa hal:
1. bagaimana pemimpin ybs dlm mengelola ( membuat sd melakukan internalisasi) ARAH kepemimpinannya.
2. kemampuan MEMPENGARUHI orang lain (bisa dengan menilik berbagai macam gaya kepemimpinan)
3. kemampuan PENGAMBILAN KEPUTUSAN (mulai dari bgmn pemimpin mengidenifikasi & memecahkan masalah, melaksanakan solusinya hingga update permasalahan thd team nya),
kinerja pegawai (krn bersifat pelayanan di kelurahan) bisa mencakup:
1. AVAILABILITY : keberadaan dan kesiapsiagaan pegawai pada saat dibutuhkan masyarakat.
2. EMPATHY: kemampuan mendengar aktif, memahami kebutuha masyarakat hingga menuntaskan pelaksanaan persoalannya.
3. PRIORITY: kemampuan dalam time management dan membuat urutan penting&urgensi masalah yg dia akan layani.
salam sukses!
urip
Posted on May 5th, 2010 at 6:38 pm
joice Says:
selamat siang pak, saya sedang mencari kata yang tepat untuk
1.inovasi dalam kreatitifas. kira kira apa yang tepat yach pak.
2 inovasi dalam menciptakan gagasan
3.invovasi dalam mencapai target
kira -kira bapak bisa bantu saya gak pak.
terima kasih.
Posted on May 20th, 2010 at 1:28 am
urip Sedyowidodo Says:
hi joice,
saya tidak menangkap apa konteksnya?, mencari kata yg tepat untuk tujuan apa?
bisa dijelaskan maksud anda? agar saya bisa bantu, atau memang saya akan jawab tidak paham.
salam,
Posted on May 20th, 2010 at 6:12 am
Grace Says:
Pak Urip,
Kira-kira ide atau inovasi apa yang tepat yang bisa diterapkan di HR? Thanks.
Posted on June 19th, 2010 at 7:03 am
urip Sedyowidodo Says:
dear grace,
inovasi banyak sekali, ide lebih banyak lagi.
sedangkan “tepat”, itulah kuncinya, yg bisa membuka atau membatasi jumlah banyaknya.
lakukan dulu identifikasi obyektif untuk apa ada HR di sana? mau kemana HR dibawa? apakah HR mau bergerak ke suatu tempat yg berbeda? bagaimana cara membawa HR ke sana?
adapun contoh ide inovatif HR:
1. program engagement: pakaian tematik setiap jumat minggu ke-4,
2. program learning: sharing pengalaman pencapaian kerja, bedah buku
dll…
salam sukses.
Posted on July 19th, 2010 at 9:38 pm