PETA SDM

Peta SDM diperlukan oleh para Manager untuk menentukan komposisi team di unit kerjanya. Dengan Peta SDM, kita memiliki suatu pedoman, mirip seperti kita di tengah hutan dan hanya mengetahui arah bintang dan aliran sungai, maka memiliki peta menjadi alat yang akan sangat penting.

Bila kita tarik garis vertikal dan horisontal pada sebuah bidang akan didapatkan 4 Kuadran pada bidang tersebut, maka akan terbagi:

1.    Sudut kanan atas:       Q1, Strong Compatibility – High Ability
1.a. Sudut terkanan teratas: Q1 KHUSUS (STAR)
2.    Sudut kiri atas:       Q2, Strong Compatibility – Low Ability
3.    Sudut kanan bawah: Q3, Weak Compatibility   – High Ability
4.    Sudut kiri bawah:      Q4, Weak Compatibility   – Low Ability
4.a. Sudut terkiri terbawah: Q4 KHUSUS (DEAD WOOD)

Pedoman Pengembangan Kekuatan SDM Berdasarkan Peta SDM
Dengan bekal peta SDM tersebut, maka Manajemen akan lebih mudah menentukan ke arah mana pengembangan diprioritaskan. Berdasarkan arah sumbu, maka lebih mudah mendorong karyawan pada sumbu Performance ke arah atas.  Artinya  lebih mudah mengembangkan karyawan dengan membandingkan kekuatannya terhadap tuntutan kompetensi jabatannya daripada mempertimbangkan skor Potential (misal Intelejensi yang inherent menetap) yang bersangkutan. Dengan melatih seorang karyawan pada basis kekuatan kompetensinya, maka diharapkan perusahaan akan mendapatkan karyawan yang berkembang kesesuaiannya dengan karakter jabatannya.

Begitulah Peta SDM sebagai pedoman arah pengembangan SDM.
Tampak di peta tersebut, Manajer dapat mengambil keputusan, siapa yang layak untuk dikembangkan, karena Manajer memiliki dasar bahwa hanya SDM yang terletak pada wilayah yang mendekati arah kanan atas pada peta tersebutlah yang layak dimasukkan kategori asset perusahaan. ( Misal pada Q1, Q2, dan Q3).

Persoalannya, bagaimana para Manajer kemudian memilih alat-alat ukur untuk mengukur kompetensi dan talenta SDM di unitnya, agar memperoleh gambar peta yang akurat, untuk dasar pengambilan keputusan Manajemen!.. atau Anda akan tetap tersesat di tengah hutan ditemani bintang di pinggir sungai?

Filed under: HRD

Leave a Reply